Terowongan Casablanca

Sebenarnya aku tidak terlalu suka menonton film layar lebar buatan Indonesia, karena aku trauma dengan kualitas film yang menurutku masih jauh dari harapan. Memang sih ada beberapa film yang bagus menurutku, sebut saja AADC. Tapi setelah itu sangat jarang ada film layar lebar yang bisa membuatku teringat dengan setiap adegannya.

Setelah melihat iklan di tv (aku akui aku termakan iklan) yang mengatakan Terowongan Casablanca bagus dan seram banget, aku akhirnya memutuskan akan menontonnya suatu waktu. Kebetulan malam minggu kemarin aku bingung mau kemana bersama kekasih pujaan hati, akhirnya aku memutuskan mampir ke Wisata untuk nonton film.

Pas sampai disana aku bertemu Tewel bersama pasangannya dan juga Kasur bersama pasangannya juga. Jadilah aku nonton Terowongan Casablanca.

Film berjalan dengan penuh adegan menyeramkan yang sampai membuat pasanganku menutup mata ketakutan. Setelah film selesai, aku berpikir dan bertanya kepada kedua temanku. “Kamu ngerti ga dengan filmnya?” Dan mereka kompak menjawab tidak mengerti.

Rupanya bukan hanya aku yang kecewa dengan film yang kupikir akan seru sekali. Ternyata mereka juga kecewa, kami bertanya-tanya, “Dimana terowongannya? Kok ga nyambung dengan judulnya?”. Memang sih setelah membaca sinopsisnya di internet, aku menjadi mengerti ceritanya (maksud sutradaranya).

Tapi mungkin aku yang terlalu goblog untuk mengerti cerita film itu. Tidak hanya itu, ada satu hal lagi yang membuatku kecewa, sepertinya film itu dibuat hanya untuk menakuti penontonnya, tapi kurang memperhatikan ceritanya. Buktinya adegan ketika si Refa dikejar-kejar kuntilanak (Astari) seperti terlalu banyak (sering), itu membuatku bosan.

Disamping itu, bukannya munafik tapi sepertinya disitu terlalu banyak adegan syurnya. Aku jadi mikir ini film bokep atau film horor sih? Bukan hanya aku yang bilang begitu, coba saja baca saja ini.

Yang jelas aku kecewa berat dengan Terowongan Casablanca, ini membuatku semakin trauma menonton film Indonesia. Tapi inilah hanyalah pendapat pribadiku. Mudah-mudahan kualitas film Indonesia bisa ditingkatkan lagi dikemudian hari.

Iklan

7 thoughts on “Terowongan Casablanca

  1. huehehehehe…sejak menonton filem jailangkung, saya berjanji takkan pernah nonton filem indonesia di bioskop, bagaimanapun dibilang bagusnya filem itu…lebih baik nunggu televisi nasional memutarnya…;)

  2. aq suka banget yang namanya film horror,tapi terkadang aq sendiri takut kalo lg ngeliat film itu sendiri .Biasanya kalo aq lg nonton film horror aq sering pakai penutup muka agar nggak takut (walaupun masih ngintip )

  3. I just couldnt depart your site prior to suggesting that I incredibly enjoyed the standard information an individual supply for your visitors? Is gonna be back often so that you can inspect new posts afagaaccadge

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s