Website Tidak Terurus

Awalnya, saya melamar bekerja disini hanyalah untuk menjadi seorang dosen. Seiring berjalannya waktu, datanglah seorang teman yang hingga kini masih betah juga bekerja disini walaupun dengan segala badai derita, gosip serta cobaan yang merintangi perjalanan, hehehe.

Dia juga yang awalnya mengajak saya untuk mengerjakan sebuah website kampus dan beberapa proyek web lainnya. Saya yang awalnya ingin lebih ke desktop programming dengan menggunakan Visual Basic malah sekarang menjadi lebih enjoy mengerjakan proyek website menggunakan PHP.

Walaupun masih dalam tahap belajar, seperti kata orang, sambil menyelam minum air, saya langsung praktek saja, langsung diajak bikin website. Dia mengerjakan design dan css, saya bagian programming menggunakan php.

Syukurlah, sampai saat ini kolaborasi ini masih berjalan dengan baik, walaupun sejujurnya belum ada proyek yang beres 100%, tapi itu sepertinya hanya masalah waktu.

Sekarang, dua biji website kampus yang merupakan kerjaan kantor telah selesai dibuat yaitu website STIE dan website Akpar. STIE sudah mulai online sekitar Januari 2007, sedangkan Akpar online sejak awal Agustus ini bertepatan dengan dimulainya PDSP kampus.

Secara umum kedua website telah beroperasi dengan walaupun masih ada beberapa compang-camping yang masih perlu diperbaiki terutama dari sisi security terhadap spam, security ini sebenarnya bisa diantisipasi tetapi masih menunggu waktu untuk menguploadnya.

Hal yang saya heran terhadap kedua website ini adalah sepinya pengunjung. Keduanya hanya memperoleh pengunjung berkat tugas yang diberikan kepada mahasiswa baru ketika PDSP (Ospek) yaitu tugas untuk mengirim artikel dan mengisi bukutamu (guestbook).

Entah mengapa sepertinya pihak manajemen kampus tidak berniat untuk lebih mempublikasikan keberadaan website ini kepada para mahasiswa agar bisa menggunakan website dengan lebih maksimal.

Para dosen pun mungkin tidak tahu bahwa kampusnya memiliki website. Padahal seharusnya dosen tidak perlu repot untuk memberikan copy materi kuliah, tinggal upload saja di website agar mahasiswa bisa download sendiri.

Sepinya pengunjung juga bisa disebabkan oleh isi website yang kurang relevan atau kurang bermutu dan tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Ini karena tidak ada petugas khusus yang meng-update isi website ini dan itu. Manajemen kampus membiarkan begitu saja website ini tanpa terurus.

Saya sendiri telah mencoba untuk meng-update isinya semampu saya, namun tidak berguna juga, ditambah lagi manajemen kampus tidak tahu sama sekali dan tidak menghargai loyalitas yang saya berikan untuk kemajuan website ini.

Ah, …. Cwape dech…

8 thoughts on “Website Tidak Terurus

  1. Ping-balik: University Update - Visual Basic - Website Tidak Terurus

  2. web Kampus Akan Ramai Jika di dalamnya Banyak terdapat Artikel dan Makalah yang bisa di downlod.
    Mungkin untuk meramaikan Komunitas Web Kampus.. Dibuatkan Juga Forum Diskusi Seputar Kampus dan Masing2 Siswa dan Doses punya space di web Kampus : Misal http://dewiwati.triatmamulya.ac.id
    Terus, Pengumuman dan Pendaftaran semua harus via web. Sekalian di Webnya di Pasang SMS CEntre..
    Duh… Admin Dijamin Kwalahan deh…. mumet tiap hari.. karena di minta bantuan kiri dan kanan..

    Salam Kenal… Ginan Cianjur

  3. hmmm…. masalah yang mo dibilang tradisi.. website bagi kampus masih semacam rumah ke sekian di indonesia, penggunaan site kayaknya masih sekedar buat ini aja deh hmm apa ya sekedar tulisan biar dibilang ga gaptek..
    btw mas anker kok sambil menyelam minum aer di sungai dangkal ya hahahhahaha:mrgreen:

  4. #ginan
    Salam kenal kembali,๐Ÿ™‚

    Yang jadi masalahnya sekarang, pihak kampus sepertinya tidak ada respek sedikitpun tentang website itu, kadang terbersit pikiran, “buat apa susah-susah toh tidak dihargai”. Jangankan diberi imbalan, ditanya atau dibuka saja tidak pernah oleh pihak kampus sendiri.๐Ÿ˜€

    #almas
    iya nih, mungkin pihak kampus merasa website ini tidak berguna sama sekali (tidak bisa menambah jumlah mahasiswa).. Atau bikin website hanya untuk gaya, toh bikinnya gratis, hanya bermodal beli domain dan hosting..

  5. Masalah jumlah kunjungan sebenarnya relatif, yang penting Tujuan Pembuatan Website mengena. Pelajari keyword yang mengarah ke website tersebut. Katakanlah untuk website Akpar Triatma Jaya banyak pengunjung masuk dengan keyword “Sekolah Parhotelan Bali” nah khan bisa tahu kalau kecenderungan pengunjung dari keyword tersebut adalah calon mahasiswa yang ingin mencari info tentang “Sekolah Parhotelan Bali” jadi “barang dagangan” website sudah laku.
    Kalau masalah kunjungan oleh pihak intern kampus ini juga tergantung seberapa melek komunitas di kampus dengan Internet? Apakah website kampus lebih menarik dari Frindster? hahaha Tempatkan unsur “Narsis”… it’s could be working.

    Karena website adalah media seharusnya ada Redaksinya sir.
    Saya lihat juga content utama dari website masih banyak yang kosong. Misalnya untuk menu-menu Program Studi (Etalasenya cuma majang manekin)๐Ÿ˜›

    Intinya : “Jaje Uli Jaje Gina,… satuh! satuh!” hahaha

  6. #mr saylow
    tujuan pembuatan website sih udah beres (bagi saya), namun rasanya gimana gitu kalo hasil karya kita dibiarkan begitu saja, mentang2 punya uang, mereka ga peduli.. karena rasanya butuh lebih dari itu untuk memajukan website ini.

    Redaksi, ya itu usul yg bagus, namun berkali-kali usulan itu hanya dijawab “ya”.. Content kosong juga dihambat oleh manajemen, kita nggak bisa ngarang isinya, hehehe

    Intinya : “Ngelah t**i anggon gena,…k***k k***k…” hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s