Lelah Lagi..

Lelah, itulah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisiku saat ini. Walaupun mungkin terdengar sedikit mengeluh, tapi memang itulah keadaanku yang sebenarnya, aku kini merasa bernafas dalam lumpur. Hari-hariku sebulan belakangan ini benar-benar sibuk, jadwalku padat sekali, seperti jadwal presiden yang bahkan waktu untuk tidur pun rasanya sangat kurang.

Senin sampai jumat aku bekerja seperti biasa, dimana pekerjaan di kantor sekarang jauh lebih padat dari sebelum-sebelumnya. Walaupun tidak sepadat rekan-rekan kerja yang lain, tapi bagiku ini sudah sangat padat, mungkin karena aku awalnya lebih santai, jadi sekarang merasa seperti ini. Mulai dari mempersiapkan materi mengajar, kemudian mengajar, membantu pembuatan jurnal kampus, menyusun KTSP untuk SMK, belum lagi kegiatan-kegiatan “dadakan” lainnya.

Sepulang bekerja, pekerjaan lain sudah menunggu di rumah, yang paling membuatku tidak bisa “bernafas” adalah karena aku sebagai ketua pemuda di banjar. Memang bagi yang tidak pernah merasakan, terlihat gampang dan enteng. Tetapi sebenarnya diperlukan kesabaran yang super tinggi, karena kalau tidak begitu, bisa saja aku sudah emosi menghadapi anggota yang tidak “berwawasan”.

Apalagi saat ini mendekati perayaan hari raya Nyepi, yang mana saat ini panitia Nyepi sedang sibuk mempersiapkan acara pengerupukan, membuat ogoh-ogoh, mencari sumbangan dari rumah ke rumah, dan aku terlibat didalamnya.

Bagi teman-teman yang tidak mengerti, aku memang tidak terlihat membantu pembuatan ogoh-ogoh secara fisik, tapi mereka tidak tahu siapa yang bekerja di belakang layar, terutama untuk urusan uang (baca : mencari donatur).Kadang mereka hanya bisa protes tanpa memberikan suatu solusi.

Beberapa hari lagi puncak acara pengerupukan, mudah-mudahan setelah itu aku bisa sedikit bernafas. Karena memang susah sekali rasanya membagi waktu, aku merasa kekurangan waktu untuk memperhatikan diri sendiri, aku jadi agak jarang memanjakan diri sendiri dan melakukan kepentingan pribadi seperti main volly, merawat kebun, bersih-bersih kamar, dll.

Sampai-sampai sekarang dua kali seminggu aku ke laundry, karena aku ga punya waktu untuk nyuci pakaian. Dan satu hal lagi, sang pujaan hati pun sering marah-marah karena aku susah membagi waktu. Belum lagi perkuliahan di Stikom akan dimulai, mau ga mau aku ikut nimbrung cari sesuap nasi disana.

Ah… ingin sekali rasanya lebih santai. “Hidup santai umur panjang”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s