Blog Mirror


Mengenal USB

Ditulis dalam Information Technology oleh wira pada Maret 15, 2007

Apakah USB itu?

USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus. USB merupakan suatu teknologi yang memungkinkan kita menghubungkan alat eksternal (peripheral) seperti scanner, printer, mouse, keyboard, alat penyimpan data (zip drive), flash disk, kamera digital atau perangkat lainnya ke komputer kita. USB sangat mendukung transfer data sebesar 12 Mbps (juta bit per detik).

Komputer (PC) saat ini umumnya sudah memiliki port USB. Biasanya disediakan minimal dua port. Jika dibandingkan dengan pararel port, penggunaan port USB lebih mudah dalam penggunaaanya. Berikut ini merupakan keistimewaan USB yaitu :

  1. Komputer bisa diposisikan menjadi sebuah host.
  2. Lebih dari 127 perangkat dapat tersambung ke komputer secara langsung maupun menggunakan hub USB.
  3. Kabel USB yang digunakan secara langsung bisa mencapai 5 meter. Sedangkan jika menggunakan hub bisa mencapai 30 meter.
  4. Perangkat USB bersifat hot swappable artinya perangkat keras yang sudah menggunakan port USB bersifat plug and play.

Kabel USB

Jika dibuka, kabel USB akan terlihat ada empat warna, yaitu merah, coklat, kuning dan biru. Kabel berwarna merah dan coklat berfungsi sebagai power/untuk arus listrik. Kabel berwarna kuning dan biru berfungsi untuk membawa/mentransfer data.

Cara menghubungkan USB flash disk dengan komputer.

Flash disk merupakan salah satu perangkat yang menggunakan USB port untuk menghubungkannya dengan komputer. Flash disk berfungsi sebagai media penyimpanan data.  Cara menghubungkan flash disk ke komputer sangat mudah. Masukkan flash disk tersebut ke port USB yang telah tersedia. Jika komputer kita menggunakan Windows XP maka secara otomatis flash disk tersebut akan dikenali. Sedangkan jika kita menggunakan Windows 98 atau Windows 9x maka biasanya driver flash tersebut harus terlebih dahulu di-install. Setelah flash disk dikenali, kita sudah bisa memulai menyalin data dari flash disk ke harddisk kita.

Sumber : Bali Post 

Flash Disk vs Universal Serial Bus

Ditulis dalam Information Technology oleh wira pada Maret 15, 2007

Zaman sekarang orang yang sering bekerja di depan komputer dan kerap menyimpan pekerjaannya pada sebuah alat simpan eksternal pasti sudah paham dengan keberadaan flash disk. Saat ini keberadaan flash disk telah menggantikan disket yang bentuknya memang jauh lebih besar dan kurang praktis untuk dibawa-bawa. Belum lagi jika mempertimbangkan disket yang seringkali rentan terkena serangan virus. Flash disk memang menjadi pilihan tersendiri bagi para maniak komputer untuk menyimpan data mereka. Namun, ada yang sering salah kaprah menyebut flash disk dengan USB (Universal Serial Bus), apa sebenarnya bedanya?

Flash disk sebenarnya disebut juga flash memory. Yang dimaksud flash memory adalah memory yang bisa menyimpan data dan menahannya saat tidak ada listrik lagi. Sejak dulu memory ini sudah digunakan untuk menyimpan BIOS di memory komputer. Karena harganya semakin murah, para insinyur membuatnya menjadi sistem penyimpan data portabel, mirip disket, maka sering disebut Flash Disk.

Kebetulan, karena protokol yang paling laris dan cocok untuk kecepatan tinggi adalah protokol USB, para insinyur menyambungkan flash disk ini dengan port USB. Maka disebutlah benda ini dengan nama USB flash disk. Pada sistem lain, flash disk ini juga dihubungkan secara langsung ke bus komputer. Ada juga yang dikemas dalam ukuran kecil menjadi Compact Flash, SD-Card, MMC dan teman-temannya.

USB flash drive termasuk alat pemyimpanan data memory flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya kecil, ringan serta bisa dibaca dan ditulis. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte. USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpan data lainnya, khususnya disket. Alat ini cepat, kecil dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

Jadi dilihat dari fungsinya sebenarnya USB dan flash disk itu merupakan dua teknologi yang berbeda. Namun seringkali orang awam salah paham mengenai keberadaan keduanya. Universal Serial Bus atau yang sering disebut USB sendiri adalah standar bus berseri untuk perangkat penghubung, biasanya komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan dan PDA.

Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri atas pengontrol host dan beberapa peralatan penghubung yang berbentuk pohon dengan menggunakan peralatan hub yang khusus. Desain USB ditujukan untuk menghilangkan penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play (pasang-dan-mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu me-reboot komputer. Ketika USB dipasang, ia langsung dikenal sistem komputer dan memproses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya.

USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mouse, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital. Versi terbaru (hingga Januari 2005) USB adalah versi 2.0. Perbedaan paling mencolok antara versi baru dan lama adalah kecepatan transfer yang jauh meningkat.

Format USB diperkenalkan sekitar 11 tahun lalu. Pembuatnya mempunyai visi agar para pengguna komputer dapat mudah menyambungkan PC mereka dengan alat-alat yang memudahkan kerja mereka. Dengan USB, saat ini setiap orang dengan mudah memasang perangkat ke komputer tanpa perlu melakukan perubahan terhadap isi di dalam motherboard. Kini apa yang diidam-idamkan penemunya tersebut menjadi kenyataan. Perangkat apa saja, bahkan ponsel kini bisa disambung ke PC dengan menggunakan USB sehingga semua perangkat menjadi terkoneksi.

Sumber : Bali Post

PHP Session Variables

Ditulis dalam Information Technology, Tutorial oleh wira pada Maret 1, 2007

Sekilas

Suatu variabel session dalam PHP digunakan untuk menyimpan informasi atau mengubah setting user pada suatu session. Variabel session menangani informasi tentang satu user dan bisa diakses untuk semua halaman dalam aplikasi.

Ketika anda bekerja dengan suatu aplikasi, anda membuka aplikasi tersebut, melakukan beberapa perubahan dan menutup aplikasi itu. Ini mirip seperti session. Komputer dapat mengetahui siapa anda. Itu diketahui ketika anda memulai aplikasi tersebut dan ketika anda menutupnya. Tetapi pada internet terdapat suatu masalah, web server tidak dapat mengetahui siapa anda dan apa yang anda lakukan karena HTTP tidak mengelolanya.

Session PHP dapat mengatasi masalah ini dengan memungkinkan anda menyimpan informasi pada server yang dapat digunakan selanjutnya (misalnya : username, daftar belanja, dll). Bagaimanapun juga informasi pada session bersifat sementara dan akan terhapus ketika user meninggalkan website. Jika anda perlu penyimpanan yang permanen, anda memerlukan database untuk menyimpan informasi.

Session bekerja dengan membuat suatu id(UID) unik untuk masing-masing pengunjung dan menyimpannya berdasarkan UID ini. UID ini disimpan pada sebuah cookie atau pada URL.

Memulai suatu Session PHP.

Sebelum anda dapat menyimpan informasi user dalam session PHP, anda harus memulai session.
Catatan : fungsi session_start() harus dimunculkan sebelum tag HTML :

<?
php session_start();
?>

<html>
<body>

</body>
</html>

Kode diatas akan meregister session user pada server dan memungkinkan anda untuk memulai menyimpan informasi user dan memberikan suatu UID untuk session user tersebut.

Menyimpan suatu Variabel Session.

Cara yang benar untuk menyimpan dan mengambil kembali variabel session adalah dengan menggunakan variabel $_SESSION pada PHP :

<?
session_start();
// menyimpan variabel session
$_SESSION['views']=1;
?>

<html>
<body>

<?
//menampilkan data session
echo “Pageviews=”. $_SESSION['views'];
?>

</body>
</html>

Hasil :

Pageviews=1

Pada contoh dibawah ini kita akan membuat suatu counter sederhana. Fungsi isset() mengecek jika variabel “views” sudah di set. Jika “views” sudah di set, kita dapat meng-increment counter kita. Jika “views” belum ada, kita membuat variabel “views” dan mengisi dengan nilai 1 :

<?
session_start();
if(isset($_SESSION['views']))
$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;
else
$_SESSION['views']=1;
echo “Views=”. $_SESSION['views'];
?>

Menghapus suatu Session

Jika anda ingin menghapus suatu data session, anda dapat menggunakan fungsi unset() atau fungsi session_destroy().
Fungsi unset() digunakan untuk mengosongkan variabel session tertentu :

<?
unset($_SESSION['views']);
?>

Anda dapat melengkapi menghapus session dengan memanggil fungsi session_destroy() :

<?
session_destroy();
?>

Catatan : fungsi session_destroy() akan me-reset session anda anda akan kehilangan semua data yang anda simpan pada session.

Sumber : http://www.w3schools.com

Program Mencari Hari Lahir

Ditulis dalam Information Technology, Tutorial oleh wira pada Februari 9, 2007

Ditulis oleh : Wirautama

Berikut ini merupakan program yang dapat digunakan untuk mencari hari kelahiran dengan inputan berupa 3 buah bilangan yaitu : tanggal lahir, bulan lahir dan tahun kelahiran. Kemudian akan didapat hari kelahiran yaitu Senin, Selasa atau hari lainnya. Inputan yang valid adalah tahun 2005 kebawah. Program ini dibuat menggunakan Quick Basic. Semoga bermanfaat.

Hasil Program

Berikut adalah script nya :

CLS
DIM tglA, blnA, thnA, tglB, blnB, thnB AS INTEGER
DIM bulan(12) AS INTEGER
DIM jmlhari, i AS INTEGER
bulan(1) = 31
bulan(2) = 28
bulan(3) = 31
bulan(4) = 30
bulan(5) = 31
bulan(6) = 30
bulan(7) = 31
bulan(8) = 31
bulan(9) = 30
bulan(10) = 31
bulan(11) = 30
bulan(12) = 31
PRINT “Masukkan Data Lahir Anda:”
INPUT “Tgl : “, tglA
INPUT “Bln : “, blnA
INPUT “Thn : “, thnA
tglB = 31
blnB = 12
thnB = 2006

IF (thnA MOD 400 = 0) OR ((thnA MOD 4 = 0) AND (thnA MOD 100 <> 0)) THEN
bulan(2) = 29
ELSE
bulan(2) = 28
END IF
jmlhari = 0
FOR i = blnA + 1 TO 12
jmlhari = jmlhari + bulan(i)
NEXT
jmlhari = jmlhari + bulan(blnA) – (tglA – 1)

FOR i = thnA + 1 TO thnB – 1
IF (i MOD 400 = 0) OR ((i MOD 4 = 0) AND (i MOD 100 <> 0)) THEN
jmlhari = jmlhari + 366
ELSE
jmlhari = jmlhari + 365
END IF
NEXT

IF (thnB MOD 400 = 0) OR ((thnB MOD 4 = 0) AND (thnB MOD 100 <> 0)) THEN
bulan(2) = 29
ELSE
bulan(2) = 28
END IF
FOR i = 1 TO blnB – 1
jmlhari = jmlhari + bulan(i)
NEXT
jmlhari = jmlhari + tglB

PRINT “Anda lahir pada hari : “;

DIM sisa AS INTEGER
sisa = jmlhari MOD 7
IF sisa = 0 THEN
PRINT “Senin”
ELSEIF sisa = 1 THEN
PRINT “Minggu”
ELSEIF sisa = 2 THEN
PRINT “Sabtu”
ELSEIF sisa = 3 THEN
PRINT “Jum’at”
ELSEIF sisa = 4 THEN
PRINT “Kamis”
ELSEIF sisa = 5 THEN
PRINT “Rabu”
ELSEIF sisa = 6 THEN
PRINT “Selasa”
END IF