Seri ke 12 MotoGP 2007 semakin mengukuhkan posisi Stoner sebagai calon juara dunia MotoGP 2007. Ini melihat dari hasil balapan di Brno, memulai balapan dari posisi start pertama, Stoner benar-benar tak tersentuh dan berhasil finish di podium pertama. Diikuti oleh Hopkins di posisi kedua dan Hayden di posisi ketiga. Bagaimana dengan Rossi? Terlihat tidak ada perubahan dari seri sebelumnya, Rossi pun harus bertempur dan menjadi bulan-bulanan oleh pembalap Suzuki dan Kawasaki. Rossi tak mampu mengatasi pembalap yang notabene hanya pembalap level kedua. Di finish, Rossi harus puas berada di posisi ke 7 dengan selisih poin yang semakin jauh yaitu 60 poin dari pemuncak klasemen Casey Stoner. Hayden yang di awal-awal musim 2007 gagal menunjukkan gengsinya sebagai juara dunia juga berhasil kembali pada performa terbaik.
Masukan dari Agustus 2007
Stoner Sempurna, Yamaha Tak Berkutik
Agustus 22, 2007 · & Komentar
Kategori: MotoGP
Ditandai: ducati, MotoGP, rossi, stoner, yamaha
Dirgahayu Republik Indonesia
Agustus 17, 2007 · & Komentar
Dirgahayu
Kemerdekaan Republik Indonesia
ke 62
17 Agustus 2007
Semoga bangsa ini bisa semakin maju dan mengisi kemerdekaan yang telah berumur 62 tahun dengan baik… Merdeka!!!
Website Tidak Terurus
Agustus 14, 2007 · & Komentar
Awalnya, saya melamar bekerja disini hanyalah untuk menjadi seorang dosen. Seiring berjalannya waktu, datanglah seorang teman yang hingga kini masih betah juga bekerja disini walaupun dengan segala badai derita, gosip serta cobaan yang merintangi perjalanan, hehehe. Dia juga yang awalnya mengajak saya untuk mengerjakan sebuah website kampus dan beberapa proyek web lainnya. Saya yang awalnya ingin lebih ke desktop programming dengan menggunakan Visual Basic malah sekarang menjadi lebih enjoy mengerjakan proyek website menggunakan PHP. Walaupun masih dalam tahap belajar, seperti kata orang, sambil menyelam minum air, saya langsung praktek saja, langsung diajak bikin website. Dia mengerjakan design dan css, saya bagian programming menggunakan php. Syukurlah, sampai saat ini kolaborasi ini masih berjalan dengan baik, walaupun sejujurnya belum ada proyek yang beres 100%, tapi itu sepertinya hanya masalah waktu.
Sekarang, dua biji website kampus yang merupakan kerjaan kantor telah selesai dibuat yaitu website STIE dan website Akpar. STIE sudah mulai online sekitar Januari 2007, sedangkan Akpar online sejak awal Agustus ini bertepatan dengan dimulainya PDSP kampus. Secara umum kedua website telah beroperasi dengan walaupun masih ada beberapa compang-camping yang masih perlu diperbaiki terutama dari sisi security terhadap spam, security ini sebenarnya bisa diantisipasi tetapi masih menunggu waktu untuk menguploadnya.
Hal yang saya heran terhadap kedua website ini adalah sepinya pengunjung. Keduanya hanya memperoleh pengunjung berkat tugas yang diberikan kepada mahasiswa baru ketika PDSP (Ospek) yaitu tugas untuk mengirim artikel dan mengisi bukutamu (guestbook). Entah mengapa sepertinya pihak manajemen kampus tidak berniat untuk lebih mempublikasikan keberadaan website ini kepada para mahasiswa agar bisa menggunakan website dengan lebih maksimal.
Para dosen pun mungkin tidak tahu bahwa kampusnya memiliki website. Padahal seharusnya dosen tidak perlu repot untuk memberikan copy materi kuliah, tinggal upload saja di website agar mahasiswa bisa download sendiri.
Sepinya pengunjung juga bisa disebabkan oleh isi website yang kurang relevan atau kurang bermutu dan tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Ini karena tidak ada petugas khusus yang meng-update isi website ini dan itu. Manajemen kampus membiarkan begitu saja website ini tanpa terurus. Saya sendiri telah mencoba untuk meng-update isinya semampu saya, namun tidak berguna juga, ditambah lagi manajemen kampus tidak tahu sama sekali dan tidak menghargai loyalitas yang saya berikan untuk kemajuan website ini.
Ah, …. Cwape dech…
Kategori: Curhat
Menunggu saat itu..
Agustus 13, 2007 · & Komentar
Sungguh
Begitu besar cintaku
Hingga membuatku tak ingin menodaimu, walaupun kau telah adalah milikku
Besarnya sayangku
Tak sanggup rasanya menyentuhmu, walaupun kau tepat di depanku
Bagaikan kembang kenanga
Walaupun layu kau tetap harum
Tapi tetap saja
Ku ingin kau tak pernah layu
Aku pun rela tak memetik madumu
Jika saja hati ini sebuah loker
Akan kusimpan kau disana
Dan tak pernah kubuka
Hingga akhirnya tiba
Saat itu…
Kategori: Curhat
Nonton Sondrenaline di GWK
Agustus 13, 2007 · & Komentar
Saya memang bukan seorang pemusik, tapi saya juga suka musik walaupun tidak semua jenis musik. Ini bisa dibilang pertama kalinya saya nonton event musik dalam skala besar. Soundrenaline yang merupakan produk A Mild Live adalah salah satu event konser musik tahunan terbesar di Indonesia saat ini dan juga digelar di Bali selain di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Di Bali, Soundrenaline di gelar di GWK Nusa Dua dengan tema Sound of Change.
Setelah beberapa tahun gelaran Soundrenaline, akhirnya saya nonton juga, karena sebelum-sebelumnya saya nggak pernah nonton, bukan karena apa, tapi karena malas aja dan saya emang sedikit alergi dengan acara yang rame-rame seperti itu. Kali ini dengan tiket seharga 25 ribu rupiah, saya nonton karena ingin mengajak sang pujaan hati untuk mencari suasana yang berbeda biar kepenatan di tempat bekerja bisa hilang.
Soundrenaline di GWK sudah dimulai dari siang hari, tapi saya kesana pukul 3 sore dan sampai di lokasi sekitar pukul 4 sore. Langsung nonton aksi-aksi panggung beberapa musisi nasional maupun lokal. Tetapi dari sekian penyanyi dan band yang tampil dan yang sempat saya tonton, hanya ada dua penampilan yang bisa membuat jari saya bergerak dan kepala manggut-manggut, yaitu aksi Lolot dan Shanty.
Disana, selain nonton, saya juga membeli dua buah kaos Soundrenaline yang katanya official merchandise, satu buat saya dan satu lagi buat pujaan hati, lumayan sebiji cuma 35 ribu rupiah, plus sebuah gantungan kunci seharga 5 ribu rupiah (yang ini karena penjualnya nggak punya uang kembalian, hehehe). Puas beli kaos, iseng jalan-jalan ke bagian belakang panggung tempat food court, seraya bingung milih makanan, malah ketemu dengan kawan lama. Memang ada beberapa teman lama yang saya jumpai disana. Setelah ngobrol sebentar, perhatian sang pujaan hati tertuju pada sebuah counter es krim favoritnya yang terbuat dari ubi.
Jam 7 malam, penonton semakin rame, tapi saya sudah lelah dan memutuskan untuk pulang karena besok hari senin, harus mempersiapkan fisik untuk pekerjaan esok hari.
Kategori: Curhat