ankerzone

Masukan dari Juli 2007

Saatnya Menyerah?

Juli 24, 2007 · & Komentar

Apakah ini sudah saatnya bagi Valentino Rossi untuk menyerah dalam perburuan gelar juara dunia 2007? Karena semakin lama jarak poin kini semakin menjauh dari pembalap muda Casey Stoner yang kini memimpin klasemen dengan beda 44 poin dari Rossi. Hasil ini diperoleh setelah Stoner menjuarai seri Laguna Seca tanpa hambatan sama sekali dari pembalap lain, termasuk Rossi yang hanya mampu finish di posisi 4. Stoner sekaligus mematahkan mitos pole position yang tidak bisa meraih podium tertinggi.

Melihat hasil ini, sekali lagi Rossi menunjuk Ban Michelin yang tidak menunjukkan hasil terbaik, lihat saja pembalap yang finish di podium, ketiganya menggunakan Brigstone. Kelihatannya Rossi memang hanya bisa pasrah dengan Michelin kali ini, hasil ini mungkin terlalu buruk bagi Rossi karena tidak mampu memberikan perlawanan sama sekali, tapi dibanding pengguna Michelin yang lain termasuk Pedrosa, posisi Rossi tidaklah buruk.

“Ini hasil adalah hasil yang maksimal”, kata Rossi menunjuk hasil finish di posisi 4. “Hasil ini sangat membuat frustasi, perbedaan ban ini sangat memalukan” lanjut Rossi kesal. Rossi memang menunjuk ban sebagai biang kegagalannya untuk dapat bersaing dengan pembalap lain terutama Stoner. Mungkin jika kondisi motor dan ban mendukung, memang belum pasti Rossi juara atau pun memimpin klasemen, tetapi setidaknya Rossi bisa memberikan perlawanan dan menghadirkan aksi-aksi menarik di setiap balapan.

Rossi sebenarnya bukan tipe yang suka mengeluh, namun memang banyak faktor yang membuat perjalan musim ini terasa berat bagi Rossi. Namun Rossi belum menyerah walaupun arah kesana memang terlihat jelas dari perbedaan poin saat ini. “Kami tidak akan menyerah, namun dengan kondisi ban seperti ini, kami tidak dapat berbuat banyak untuk mendapat hasil terbaik.” ungkap Rossi.

Kategori: MotoGP

Dejavu Nonton Bareng

Juli 16, 2007 · & Komentar

Nasib sial dialami Rossi pada seri ke sepuluh MotoGP 2007 di Sachsensring. Balapan awalnya akan diprediksi berlangsung seru dimana aksi Stoner melawan Rossi menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu karena sirkuit kali tidak terlalu banyak trek lurus yang berarti Stoner tidak bisa manja dengan mengandalkan top speed Ducati yang ditungganginya.

Akan tetapi Rossi membuat kesalahan dengan terjatuh ketika menyalip De Puniet. Dan Rossi tidak bisa melanjutkan balapan karena motor Yamaha-nya tidak bisa digunakan lagi. Persaingan pun terjadi antara tiga pembalap muda yaitu Stoner, Pedrosa dan Melandri. Diakui atau tidak, penonton terutama pendukung Rossi kecewa berat.

Di garis finish, Pedrosa akhirnya berhasil finish di urutan pertama yang juga merupakan gelar pertamanya di musim 2007, ini juga merupakan gelar pertama bagi Honda yang harus menahan malu selama 9 seri awal karena tidak mampu meraih gelar juara yang mana Honda merupakan pabrikan yang paling dominan di musim-musim terakhir.

Posisi kedua berada di tangan Loris Capirossi dan diikuti oleh Hayden di posisi ketiga. Bagi Honda terutama tim Repsol Honda, tentu ini merupakan prestasi yang baik karena menempatkan dua pembalapnya di podium. Lalu dimana Stoner? Nasib Stoner tidak terlalu bagus, hanya finish di urutan kelima, namun ini tidak terlalu jelek mengingat Rossi terjatuh yang berarti jarak poin pun semakin jauh menjadi 32 poin.

Catatan acara nonton bareng di Kuta.
Penonton yang datang ke Central parkir begitu antusias mengikuti acara nonton bareng, bahkan sebelum MotoGP dimulai penonton sudah memenuhi area acara. Perbedaan pendukung Rossi dan Stoner tampak terlihat, banyak yang mendukung Stoner namun sepertinya lebih banyak pendukung Rossi, terlihat dari lebih riuh suara tepuk tangan ketika Rossi muncul di giant screen. Namun begitu Rossi terjatuh, sudah diduga, para pendukung Rossi tanpa di komando meninggalkan acara. Saya sendiri sempat mengikuti lagi beberapa lap sebelum akhirnya pulang karena tidak ada lagi sihir the doctor melawan Stoner yang ditunggu-tunggu.

Sebagai pendukung Rossi, saya tentu berharap Rossi menang, tetapi apa yang saya takutkan akhirnya terjadi juga, Rossi gagal finish seperti tahun lalu ketika acara nonton bareng bersama Trans7 diadakan di Bali. Tahun depan, bila acara nonton bareng diadakan di Bali, mungkin saya akan nonton di rumah saja, males Dejavu lagi. :D

Kategori: MotoGP

Nonton Bareng MotoGP Bersama Trans7

Juli 13, 2007 · & Komentar

Seri ke sepuluh kali ini akan terasa lebih spesial bagi penggemar MotoGP yang tinggal di Bali. Kali ini Trans7 selaku stasiun tv yang menayangkan siaran langsung MotoGP akan mengadakan acara nonton bareng di Central Parkir Kuta, hari Minggu 15 Juli 2007 pukul 15.00. Acara nonton bareng dipastikan akan seru ditambah lagi seri kali ini persaingan antara Rossi dan Stoner semakin memanas.

Semoga saja nasib sial Rossi seperti ketika acara nonton seri 2006 lalu yang diadakan Bali Mall Galeria, ketika itu Rossi sudah memimpin jauh di depan, tetapi dasar sial, motornya ngadat, alhasil pendukung Hayden pun bersorak gembira. Saya ikut kesal dalam hati, penonton yang mayoritas pendukung Rossi ketika itu jadi lesu.

Buat Trans7, terima kasih karena telah mengadakan acara-acara seperti ini, ini sangat memanjakan penggemar balap MotoGP. Tapi ada yang menurut masih kurang dalam kemasan acara MotoGP di Trans7 ini, yaitu pembawa acara MotoGP yang saya lupa namanya, sebaiknya diganti saja, benar-benar tidak berkualitas dan tidak ngerti tentang MotoGP. Pembawa acaranya sering sekali melakukan kesalahan dalam bicara ataupun mengajukan pertanyaan yang menurut saya kurang cocok kepada komentator. Semoga Trans7 segera melakukan evaluasi, agar kualitasnya bisa seperti presenter Liga Inggris ketika membawakan acara Liga Inggris di Trans7.

Kategori: Curhat · MotoGP

Viva Indonesia

Juli 11, 2007 · & Komentar

Akhirnya timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan di Piala Asia 2007 pada laga perdana melawan Bahrain. Sebenarnya publik Indonesia tidak terlalu percaya dengan kemampuan timnas Indonesia yang belum pernah memperlihatkan prestasi, apalagi di ajang Piala Asia. Karena ini hanya adalah kemenangan kedua bagi timnas Indonesia dalam sejarah putaran final Piala Asia.

Namun tanpa mengecilkan arti kemenangan ini, kita berharap publik Indonesia terutama juga para pemain timnas tidak terlalu larut dalam kegembiraan atas kemenangan di laga perdana ini, sebab masih ada dua laga melawan tim yang diatas kertas sulit dikalahkan yaitu Arab dan Korea Selatan. Timnas Indonesia harus tetap hati-hati karena target melaju ke babak berikutnya bisa saja melayang begitu saja. Tetapi bagaimanapun juga, Indonesia telah melakukan start yang bagus, kini tinggal melanjutkan perjuangan hingga juga dapat melakukan finish yang bagus yaitu lolos ke babak berikutnya.

Selama ini kita memang belum yakin dengan kemampuan timnas Indonesia di ajang sepakbola, tak jarang pula saya lihat ada yang lebih senang ketika Inggris menang melawan musuhnya daripada menonton pertandingan Indonesia di Piala Asia. Maklum saja, kualitas timnas kita dan pertandingan di Asia masih kalah dibanding Eropa. Tetapi, apapun itu, mari kita dukung timnas kita, Indonesia… Viva Indonesia..

Kategori: Sepakbola