Pandangan Orang

Dulu, ketika beberapa bulan aku bekerja disini. Para tetangga dan kerabat pun mulai sering melihat aku berangkat kerja dengan pakaian rapi plus pakai dasi. Pakai dasi bukan karena gengsi, itu karena memang diharuskan oleh aturan di tempat kerja. Bahkan kalau boleh memilih, inginnya ga usah pakai dasi biar leher ga tercekek.

Namun ada satu kejadian kecil yang membuat aku benar-benar heran dan tersadar tentang bagaimana pandangan orang terhadapku. Suatu hari ada yang bertanya kepadaku, “kerja dimana sekarang?”, aku pun menjawab apa adanya. Dan dia bertanya lagi, “siapa yang naruh disana?”, aku terperanjat mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir bahwa aku bekerja disini atas bantuan seseorang. Aku berusaha menjawab dengan tenang bahwa itu atas usahaku sendiri.

Setelah kejadian itu, ada satu lagi kejadian serupa, jadi sudah dua orang yang bertanya hal yang sama. Aku menjadi semakin berpikir, apa sih istimewanya perkerjaanku, gajinya pun biasa-biasa saja. Bahkan diantara teman-teman seperjuangan, aku hampir berada di urutan terendah dalam hal gaji.

Jadi sebenarnya tidak ada istimewanya dalam hal gaji. Atau mungkin karena namanya sebagai dosen, lalu orang mengira itu istimewa, kembali lagi, toh gajinya sama saja, apalagi disini aku bekerja di kontrak 3 tahun dan bukan pegawai tetap dan ini hanyalah perguruan tinggi swasta, bukan negeri.

Jadi, pikiran orang-orang di sekitarku adalah menganggap bahwa aku mendapatkan pekerjaan atas bantuan orang lain, ironisnya lagi mereka menganggap pekerjaanku sekarang benar-benar nyaman, padahal aku sendiri belum puas sepenuhnya atas pekerjaan ini dalam artian, pekerjaan ini sebenarnya tidak “wah” seperti apa yang mereka bayangkan. Sekarang aku hanya bersikap biasa saja dan berusaha menganggap itu hanya angin lalu.

About these ads

16 gagasan untuk “Pandangan Orang

  1. #tedytirta
    iya, apalagi sok tau dengan negatif thinking

    #deasy
    yang ini awalnya bikin BT, tp skg udh ga lagi… suksma mewali :-)

    #liezmaya
    yup, makaci..

  2. Orang kita kan susah lihat orang senang dan senang sekali kalau lihat orang susah. Underestimate terhadap seseorang…
    Mulutmu harimaumu, ingatlah kata-kata tersebut, agar kita jangan sampai salah bicara…

  3. ” Every body have thing,s like that, soo bro… dont to much thinking about that !! Just easy going…. dont listen people about negatif words to u…. Ok !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s