ankerzone

Hidup Adalah Pilihan

Juni 5, 2007 · & Komentar

Tulisan ini mungkin bisa dijadikan tambahan tentang pilihan yang ada dalam hidup manusia seperti ditulis oleh deking disini.

Sebagai contoh, ketika di sebuah sungai kecil, kita melihat seekor ular akan menelan seekor katak, katak itu menjerit dalam bahasanya sendiri seakan memohon bantuan. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jika kita membunuh si ular karena dia bersalah akan memangsa si katak, lalu apakah si ular harus makan nasi goreng seperti kita? Tentu saja tidak, karena katak memang makanan bagi si ular. Jika kita biarkan saja, lalu bagaimana dengan si katak, apakah tidak kasihan dia mati begitu saja dimangsa si ular?

Contoh nyata lainnya, menurut pemerintah, merokok dapat merugikan kesehatan. Namun pemerintah tetap saja membiarkan pabrik rokok beroperasi. Itu karena jika pabrik rokok ditutup, berapa banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan. Lalu, apa yang dilakukan pemerintah? Pemerintah telah memberikan peringatan pada bungkus rokok bahwa merokok dapat merugikan kesehatan. Kita sekarang tinggal memilih apa yang akan kita lakukan.

Mau membunuh si ular atau membiarkan si katak menjadi mangsanya? Menutup pabrik rokok atau membiarkan rakyat merokok yang jelas merugikan kesehatan?

Diatas hanyalah contoh kecil dari berbagai masalah yang menghadapkan kita pada pilihan. Kita yang harus memilih. Tuhan memberikan kita hati dan pikiran, untuk berpikir, setiap langkah kita harus memilah dan memilih, mana yang baik dan mana yang tidak baik. Baik untuk kita, belum tentu baik bagi orang lain.

Dikutip dari wayang cenk blonk dengan bahasa sendiri.

Kategori: Curhat · Es Campur

12 tanggapan so far ↓

  • deking // Juni 5, 2007 pada 2:00 am | Balas

    Analogi yang bagus Bli…
    Di balik setiap pilihan atau keputusan pasti ada konsekuensi yang harus kita tanggung, jadi intinya yang lebih penting adalah bukan apa yang kita pilih tetapi apa konsekuensi di balik pilihan kita tsb…konsekuensi baikkah?…sudahkah kita siap akan segala konsekuensi yang muncul?

  • ankerzone // Juni 5, 2007 pada 2:03 am | Balas

    #deking
    terima kasih tambahannya.. ya, konsekuensi dari setiap pilihan, baik untuk kita atau pun orang lain, tidak jarang pula salah satu harus dikorbankan.. :-)

  • imcw // Juni 5, 2007 pada 8:44 am | Balas

    hidup memang diharuskan untuk memilih dan manusia selalu terbelenggu oleh pilihan tersebut…

  • ankerzone // Juni 5, 2007 pada 11:57 pm | Balas

    #imcw
    pintar-pintarlah memilih..

  • mertanus // Juni 7, 2007 pada 6:42 am | Balas

    Salam kenal. Saya setuju! Apa yang dipaparkan tersebut memang sangat tepat. Kita harus memilih dan bertanggung jawab terhadap pilihannya. Ada positif ada negatif, kita tinggal memilihnya agar tercipta keseimbangan.

  • anker // Juni 8, 2007 pada 12:25 am | Balas

    #mertanus
    salam kenal kembali, terima kasih udah mau mampir ke gubuk saya..

  • liezmaya // Juni 13, 2007 pada 8:14 am | Balas

    ya memang hidup adalah pilihan & itu adalah hakikat :)

    oya mo minta izin pasang linknya :D kalo boleh

  • anker // Juni 14, 2007 pada 12:21 am | Balas

    #liezmaya
    wah, saya yg bilang makasi telah masang link di blog anda… :-) link anda juga saya taruh di blogroll..

  • balibuddy // Juni 15, 2007 pada 11:37 am | Balas

    hidup adalah sebuah perjalanan, jalani lah. Lakukan apa yang anda sukai, lakukan sebaik-baiknya sepertinya ini hari terakhir anda, ketika apa yang anda sukai anda lakukan dengan sebaik -baiknya, jangan harapkan imbalan. Semua adalah sebuah ‘LAKON’ yang di berikan Dalang yang maha mulia, yang meresapi alam semesta, hamba sujud padamu! om nama siwa ya 3x

  • anker // Juni 16, 2007 pada 12:38 am | Balas

    #balibuddy
    om nama siwa ya
    om nama siwa ya
    om nama siwa ya

    suksma..

  • Yeye // Juni 19, 2007 pada 2:54 am | Balas

    Pokoknya jangan buang waktu hanya untuk merenungi nasib, rasa SEMANGAT itu jauh lebih mahal, tidak semua orang bisa mendapatkannya, hari ini, 2 jam lagi, 5 jam lagi, nanti siang, nanti sore, nanti malam, bahkan esok kalo kita masih diberi kesempatan itu semua urusan Dia. Tul..ga’…jujur aku suka sama prinsip hidup Wira..ga aneh-aneh, simpel, seperti aku..SEKARANG-SEKARANG..NANTI-NANTI kita mah pasrah aja.. OKE WIRA.SEMANGAT !!! Ganbatte Ne !!!

  • anker // Juni 19, 2007 pada 2:56 am | Balas

    #Yeye
    Makasi komennya mbak yeye imut, betul sekali, kalau bisa simpel, kenapa harus dijadikan bribet.. santai aja… :D

Tinggalkan sebuah Komentar