ankerzone

Masukan dari Februari 2007

Tanah Lot

Februari 21, 2007 · & Komentar

Tanah Lot merupakan obyek wisata yang sangat terkenal, hampir setiap wisatawan yang liburan ke Bali pasti menyempatkan diri menikmati obyek wisata ini. Tanah Lot terletak di desa Beraban, kecamatan Kediri, kabupaten Tabanan, di barat daya pulau Bali, kira-kira 30 menit dari Kuta. Di Tanah Lot terdapat dua pura, Pura Tanah Lot yang terletak diatas sebuah batu karang besar yang berada di tengah pantai. Di sebelahnya terdapat satu pura lagi yang terletak diatas tebing yang menjorok ke laut (mirip pura Uluwatu). Pura Tanah Lot termasuk pura Sad Kahyangan yaitu pura-pura yang menjadi sendi untuk menjaga keasrian dan keselamatan pulau Bali.

Menurut legenda, pura Tanah Lot dibangun oleh seorang Brahmana suci yang bernama Danghyang Nirartha atau disebut juga Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh atau Danghyang Dwijendra pada abad ke 16, beliau datang ke Bali untuk menyebarkan dan menguatkan ajaran agama Hindu. Danghyang Nirartha juga meninggalkan selendangnya yang menjadi sebuah ular penjaga pura Tanah Lot. Ular ini masih ada sampai sekarang dan dipercaya dapat memberikan keselamatan dan mengabulkan doa orang yang menyentuhnya. Selain pura Tanah Lot, ada beberapa pura Sad Kahyangan lain yang dibangun oleh Danghyang Nirartha selama pengembaraannya di Bali, misalnya Pura Petitenget, Pura Uluwatu dan lainnya. Dipercaya Danghyang Nirartha akhirnya “Moksa” (meninggal tanpa jasad) di Pura Uluwatu.

Selain terdapat ular yang hingga saat ini masih menjadi kepercayaan penduduk setempat, hal fenomenal lainnya adalah terdapat sumber air tawar di sisi utara Pura Tanah Lot padahal Pura ini terletak di atas pantai. Air suci ini disebut Tirta Pabersihan, banyak umat dan pengunjung yang menggunakan air ini untuk penyucian secara niskala.

Tanah Lot terkenal dengan pemandangannya yang indah, bila cuaca baik, kita dapat melihat matahari tenggelam (sunset) yang sangat indah, ketika sang Surya tenggelam di kaki cakrawala, sungguh pemandangan yang dapat membuat mata berhenti berkedip. Dijalan menuju pantai Tanah Lot banyak dijumpai penunjang pariwisata seperti hotel, restaurant, art shop, dan lainnya. Waktu yang baik untuk berkunjung kesana adalah pukul 16:00, jadi kita dapat melihat-lihat pemandangan dengan tebing yang curam, pura Tanah Lot yang mengagumkan, dan pemandangan pantai sambil menunggu sunset. Pada bulan-bulan ini, sunset biasanya terjadi sekitar pukul 18:30.

Seperti pura lainnya, pura Tanah Lot juga memiliki odalan (hari raya) yang dirayakan setiap 210 hari sekali, yaitu setiap “Buda Cemeng Langkir”, berdekatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan. Pada saat odalan, seluruh umat Hindu dari segala penjuru Bali akan datang untuk bersembahyang, begitu juga wisatawan akan banyak yang datang untuk menyaksikan upacara dan keindahan Tanah Lot, akan tetapi wisatawan tidak diijinkan untuk memasuki bagian utama (“Utama Mandala”) pura Tanah Lot, kecuali yang masuk untuk bersembahyang. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kesucian pura Tanah Lot.

Kategori: Obyek Wisata

Ngaben – pembakaran jenasah di Bali

Februari 15, 2007 · & Komentar

Ngaben adalah upacara pembakaran mayat yang dilakukan di Bali, khususnya oleh yang beragama Hindu, dimana Hindu adalah agama mayoritas di Pulau Seribu Pura ini. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Pitra Yadnya, yaitu upacara yang ditujukan untuk roh lelulur. Makna upacara Ngaben pada intinya adalah untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa.

Upacara Ngaben biasanya dilaksanakan oleh keluarga sanak saudara dari orang yang meninggal, sebagai wujud rasa hormat seorang anak terhadap orang tuanya. Dalam sekali upacara ini biasanya menghabiskan dana 15 juta s/d 20 juta rupiah. Upacara ini biasanya dilakukan dengan semarak, tidak ada isak tangis, karena di Bali ada suatu keyakinan bahwa kita tidak boleh menangisi orang yang telah meninggal karena itu dapat menghambat perjalanan sang arwah menuju tempatnya.

Hari pelaksanaan Ngaben ditentukan dengan mencari hari baik yang biasanya ditentukan oleh Pedanda. Beberapa hari sebelum upacara Ngaben dilaksanakan keluarga dibantu oleh masyarakat akan membuat “Bade dan Lembu” yang sangat megah terbuat dari kayu, kertas warna-warni dan bahan lainnya. “Bade dan Lembu” ini merupakan tempat mayat yang akan dilaksanakan Ngaben.

Pagi hari ketika upacara ini dilaksanakan, keluarga dan sanak saudara serta masyarakat akan berkumpul mempersiapkan upacara. Mayat akan dibersihkan atau yang biasa disebut “Nyiramin” oleh masyarakat dan keluarga, “Nyiramin” ini dipimpin oleh orang yang dianggap paling tua didalam masyarakat. Setelah itu mayat akan dipakaikan pakaian adat Bali seperti layaknya orang yang masih hidup. Sebelum acara puncak dilaksanakan, seluruh keluarga akan memberikan penghormatan terakhir dan memberikan doa semoga arwah yang diupacarai memperoleh tempat yang baik. Setelah semuanya siap, maka mayat akan ditempatkan di “Bade” untuk diusung beramai-ramai ke kuburan tempat upacara Ngaben, diiringi dengan “gamelan”, “kidung suci”, dan diikuti seluruh keluarga dan masyarakat, di depan “Bade” terdapat kain putih yang panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan sang arwah menuju tempat asalnya. Di setiap pertigaan atau perempatan maka “Bade” akan diputar sebanyak 3 kali. Sesampainya di kuburan, upacara Ngaben dilaksanakan dengan meletakkan mayat di “Lembu” yang telah disiapkan diawali dengan upacara-upacara lainnya dan doa mantra dari Ida Pedanda, kemudian “Lembu” dibakar sampai menjadi Abu. Abu ini kemudian dibuang ke Laut atau sungai yang dianggap suci.

Setelah upacara ini, keluarga dapat tenang mendoakan leluhur dari tempat suci dan pura masing-masing. Inilah yang menyebabkan ikatan keluarga di Bali sangat kuat, karena mereka selalu ingat dan menghormati lelulur dan juga orang tuanya. Terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur yang mengalami reinkarnasi akan kembali dalam lingkaran keluarga lagi, jadi biasanya seorang cucu merupakan reinkarnasi dari orang tuanya.

Dari berbagai sumber.

Kategori: Bali

Special for someone in this Valentine

Februari 14, 2007 · & Komentar

Kamis, 21 Desember 2006, 01:19
Desiran angin di sore itu, menambah yakin dihatiku, tuk katakan yang sejujurnya.
Mulutku tak mampu berucap, diatas pasir kutulis namamu dan namaku.
Kuselipkan sebuah tanda hati diantaranya.
Kau hanya tersenyum dan sejujurnya aku tak bisa memastikan apa artinya.
Akhirnya kuberanikan diri tuk mengucapkan lewat bibirku,
bahwa “Aku cinta kamu”, dan berharap kamu pun begitu.
Ku mengajakmu tuk melalui hari-hari selanjutnya dengan penuh cinta,
berdua bersamaku. Sekali lagi, aku jujur, saat itu aku telah siap menerima,
semuanya, apapun jawabanmu.
******
Saat ini, 16 hari lagi, saat itu akan menjadi 7 tahun. Ya, hampir 7 tahun.
Kamu pun tahu, 7 tahun bukanlah waktu yang pendek, untuk saling mengenal,
diantara kita. Tahun pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam dan 16 hari lagi kita akan melewati yang ketujuh.
Tapi, walaupun 7 tahun adalah waktu yang lama, aku tetap menginginkan tahun yang kedelapan, kesembilan dan seterusnya, untuk hidup berdua denganmu, selalu bersamamu, selamanya..

Curahan hati ini aku posting dalam rangka Valentine, semoga bisa menjadi hadiah yang special buat Ary KD.

Kategori: Curhat · Love

Happy Valentine Day

Februari 13, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Besok hari Valentine, yang kata orang merupakan hari kasih sayang, sebenernya sih setiap hari semestinya hari kasih sayang, jadi kita saling menyayangi tidak hanya di tgl 14 februari aja. Menyayangi pacar, orang tua, sodara, manusia, hewan, tumbuhan, pokoknya semua isi bumi ini harus disayangi, tul ga?

Setahuku sih hari kasih sayang ini tidak resmi, terutama di Indonesia, buktinya tidak ada Libur khusus atau peringatan lainnya di kalender untuk Valentine, seperti hari peringatan lainnya. Di pelajaran agama-agama yang ada di Indonesia pun kayaknya tidak ada disebutkan dengan jelas tentang hari Valentine ini. Tapi entah mengapa gaungnya begitu luar biasa, bahkan anak SD pun tahu dan ikut merayakan, stasiun TV, radio, dan hampir berbagai kalangan ikut memanfaatkan momen ini, baik untuk membuat event, mengungkapkan kasih sayang atau hal lainnya. Tapi what ever-lah yang penting dampaknya positif bagi kita semua. Bahkan mungkin pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan hari Valentine ini untuk dijadikan hari libur Nasional agar rakyat semakin mengerti dan saling menyayangi dalam rangka hari kasih sayang ini. Bapak-bapak DPR mungkin juga perlu ikut memperingati hari Valentine ini, dan memperjuangkan agar di hari Valentine kita bisa libur dan mengajak keluarga berkumpul untuk mengungkapkan kasih sayang. Tapi kayaknya sekarang mereka (DPR-red) lagi sibuk ngurusin rapelan, mereka ikut berdemo seperti buruh-buruh yang terbiasa mengungkapkan keinginan dengan cara demo. Mungkin sekarang sudah tidak adanya bedanya lagi antara rakyat dan DPR ato pemerintah. Apa mereka sudah kehilangan urat kemaluan mereka, DPR kok demo? Hehehe.. Btw, kok jadi ngomongin politik ya?

Ok deh, kembali ke Valentine Day, tidak usah perdulikan Valentine itu apa, kapan dirayakan, datangnya dari mana, yang jelas, sebagai manusia yang mengaku sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, maka sudah selayaknya kita saling menyayangi, saling mengasihi…

Kategori: Es Campur · Love

I Hate Monday

Februari 12, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

“I Hate Monday”,

begitu ucapku di dalam hati, lalu kuketik pula di status YM.
Ya, aku benar-benar benci hari Senin, karena seperti biasa, hari Senin membuat penyakit malasku kambuh lagi. Mungkin sebagian besar manusia di muka bumi ini juga punya penyakit malas ini. Cuma kadar dan tingkat keparahannya berbeda-beda. Entah bagaimana caranya menyembuhkan penyakit yang satu ini.

Di pagi hari Senin ini, rasanya aku sangat merindukan bantal dan kasurku, aku tidak ingin berpisah dengannya, aku ingin selalu bersamanya, memeluknya, menidurinya.. Oh bantal dan kasur, tunggulah aku dirumah, nanti kita pasti bertemu lagi..

Kategori: Curhat